Wednesday, February 23, 2011
Spore 7 Feb 2011
Senin, 7 Februari 2011. gue, mila (adek gue) dan dua sepupu gue, Aldo dan Ninda berangkat untuk berlibur ke Singapore. Kami telah merencanakan liburan ini kira2 3 bulan yang lalu ketika gue dan Mila nginep di rumah Aldo dan Ninda. Malam itu kami ngobrol dan tiba-tiba terngiang untuk merencanakan liburan bersama. Akhirnya kami memilih negara Spore untuk berlibur. Mila yang setelah itu sibuk mencari tiket pesawat, membuat budgeting dan juga mencari hotel, sedangkan tugas gue, Aldo dan Ninda adalah komunikasi dan mengurus keuangan di Spore. Setelah semua beres datanglah waktu kami berlibur, padahal hari itu adalah hari pertama gue dan Ninda kuliah tapi kita bolos hahaha kita take off jam 9. Karena itu kita harus tiba di airport 2 jam sebelum take-off. Gue dan Mila berangkat dari rumah jam 5 dianter mama dan Om Yanto. Tiba di airport tepat pukul 7 dikarenakan jalan tol Merak yang rusak dan hujan deras, Ninda dan Aldo sudah sampai di terminalD setengah jam yang lalu. Kami akhirnya langsung pamit dan bergegas untuk check-in karena dikejar waktu. Setelah check-in, seperti biasa lapor ke imigrasi dan disana ketemu kakaknya Donny alias pacarnya Ninda yang memang bekerja di Imigrasi. Setelah antri kami pun memasuki gate. Ketika akan memasuki pesawat tiba2 seorang pria Cina dewasa bertanya menggunakan bahasa Inggris ke gue. Nggak tau grogi atau apa, gue nggak bisa memahami apa pertanyaannya. Gue jawab 3kali "Singapore" gue hanya menerka dia menanyakan tuj maskapai. Tiba2 Aldo dan Ninda mendekat dan berusaha memahami apa yang ia tanyakan. Ninda dan Aldo menjawab "Air Asia" dan setelah itu komen ke gue "begooo! dia kan nanya what kind of plane do you take? gue pun malu. knp gue bego ya? hahaha setelah kurang lebih satu setengah jam mengudara hahaha Finally, we've arrived in Spore. Aaaaaaaa~ this is our first time vacation in spore. setelah lapor imigrasi kami langsun ke krest room karena kebelet dan mencari taksi. sebelumnya gue menukar uang gue di money changer Changi airport. Setelah mengantri untuk menaiki taksi (di Changi ada antrian khusus untuk taksi), kami pun mendapatkan giliran dan gue berkata pada petugas bandara yang rupanya seperti orang India "for 4 adults, sir!" tiba2 beliau menjawab "yang merah yaa! mau kemana?" (what a shocked situation) dalam hati gue berkata "kenapa dia bisa bahasa Indonesia, tau gitu gue pake bahasa Indonesia" akhirnya kami menaiki taksi berwarna merah. Setelah menjelaskan alamat kamipun diantar ke hotel yang telah kami booked sebelumnya di Mosque Street, China Town. kami berempat terkesima dengan Singapore yang sangat bersih dan jarak antara satu mobil dengan mobil lain pun berjauhan. tidak ada sampah, macet kecuali lampu merah. Benar-benar negara maju.Sesampainya di Mosqu Street kami mencari hotel backpacker yang kami booked seperti di ruko2. Kami pun menemukan Chinatown Backpacker Hotel tetapi letak percis tidak jelas, akhirnya kami pun masuk dengan menerka-nerka lokasi tepat hotel. Gue dan Ninda memutuskan untuk menekan bel yang ada di depan pintu yang kami kira hotel backpacker Chinatown, tiba2 keluarlah seorang wanita Cina dewasa marah2 menggunakan bahasa Inggris dengan nada cepat dan keras dan membanting pintu. yaa kami salah alamat -_____- Setelah melihat2 akhirnya kami menekan bel admin hotel dan keluar lah seorang pria yang benar-benar ganteng mirip Arifin Putra.ternyata ia owner hotel dan ia mengantar kami ke hotel, tepatnya bisa disebut hostel. Gue pun mulai berbincang dengan si ganteng bahwa kami telah mereserved satu kamar via internet. Saya pun memberikan kertas yang sudah di print out bahwa pihak hostel sudah confirmed. Ia mengantar kami ke kamar yang hanya berkapasitas 3 orang. Saya pun bertanya "when do we have to pay?" dia menjawab "now" gue pun bertanya dengan English "how much" dia menjawab dengan logat Filipinanya yang tidak gue mengerti dan gue terksesima dengan wajahnya yang ganteng. he said "two hundred and fifty five dollar" gue hanya memberi 200 dollar. Samnbil menatap wajahnya yang ganteng dan saking tekesimanya gue samapi2 nggak tau harus respon apa. dan dia bilang "fifty five dollar yet" gue dalam hati (ngomong apa sih lo? nggak jelas amat) akhirnya gue memberikan 20 dollar more. Dia bilang "fifty five dollar" akhirnya Aldo yang gemas dengan kebinugungan gue membantu mengambil duit sambil berkata "55 dolar ka" setelah itu urusan bayar membayar hostel beres. Oh iya hostel di sana benar2 nyaman dan bersih sekali, lengkap dengan fasilitas AC. terdapat komputer yang disediakan untuk online, cctv, mesin cuci, hair dryer, dispenser, oven, kompor listrik. Lengkap sekali! tidak seperti hostel murah dan kami mulai membandingkan dengan Indonesia. Kami pun bersiap2 untuk bergegas ke Merlion diamana patung Singa berada disana. Sebelumnya saya langsung mencari wc yang berada di luar kamar. Tiba2 ada seorang pria Cina berdiri dekat situ dan berkata "itu kamar mandinya disitu" waaah i met indonesian. betapa senangnya gue ketemu orang indo. jujur kita semua buta jalan dan budget juga pas2an walau ada biaya tak terduga apalagi gue yg jadi finance selama 4 hari ke depan jadi harus pinter2 manage uangnya. tiba2 setelah gue keluar dari kamar mandi mas2 itu mengajak ngobrol gue dan Aldo. setelah ngobrol lama, kami ternyata akan pergi ke tempat yang sama yaitu Merlion. akhirnya kami berncana pergi kesana bareng naik MRT. setelah gue ganti kostum dan yg lain2 siap juga kita pergi makan. kita pengen nyari mcd akhirnya nanya sama indonesian yg bernama mas ben. kita dikasih petunjuk tp kurang jelas. akhirnya kita memutuskan mencari mcd sendiri. keluar dari hotel kami menyusuri jalan mosque street dan banyak pertanyaan dari ketiga bocah2 "dimana kak?" gue sendiri rada kurang jelas sama petunjuk yg dikasih mas ben. akhirnya sambil foto2 kita mencari pedestrian yang kira2 berwarna negara singapore. Terlihat org cina melintas jalan yang saya lupa namanya tepat di depan china town square (kalo nggak salah)dan saya pun sebagai anak komunikasi yang bertugas berkomunikasi saat di spore bertanya "how can we reach mc.donald?" dan dengan logat cinanya dia memberitahu bahwa mcdonald berada behind that background di dalam sebuah mal yang bernama china town point. setelah menyusuri jalan yang banyak sekali menujual makanan cina kami pun mendapatkan china town point dan mencari dimana mcdonald berada. setelah ketemu mcdonald kita pun langsung masuk dan melihat-lihat menu. terkejut nggak ada nasi, dengan terpaksa hanya kentang dan burger padahal kita sudah laper berat mau mati rasanya. mcdonald disini harga rata-ratanya berkisar 4.50$. ya lumayanlah yaa walaupun nggak pake nasi. tapi karna kebodohan gue kita salah pesen. menu tanpa minum. setelah makan dengan lahap dan serba kekurangan. kami bernecana mencari sebuah sepermarket untuk belanja mie untuk sarapan kita 3 hari ke depan. ketemulah 711. mencari
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment